Tuesday, December 18, 2012

Kuskus Berbisa Ditemukan di Kalimantan

Ilustrasi kuskus, primata yang aktif di waktu malam (nocturnal).
Racun itu sangat kuat dan bisa menyebabkan alergi Anaphylaxis yang berujung kematian

Jakarta Sejumlah peneliti dari Inggris dan Amerika Serikat berhasil menemukan spesies kuskus baru di Kalimantan. Uniknya kuskus jenis baru itu mempunyai racun atau bisa pada gigitan mereka.

Kuskus baru yang dinamai Nycticebus kayan itu baru dikenali saat ini, karena kebiasaan mereka yang aktif pada malam hari.

Tim peneliti yang dipimpin oleh Profesor Anna Nekaris dari Oxford Brookes University, Inggris dan Rachel Munds dari University of Missouri, Columbia, Amerika Serikat itu menemukan kuskus beracun itu hidup di hutan Kalimantan dan Filipina.

Yang membedakannya dari kuskus lain yang sudah dikenali sebelumnya, Nycticebus kayan punya pola garis wajah yang menyerupai topeng, dengan mata dikelilingi oleh bulu hitam sementara dahinya berpola lebih variatif.

Racun yang ditemukan pada kuskus ini menjadikannya satu-satunya primata yang mempunyai gigitan berbisa. Racun itu diproduksi oleh kelenjar di bawah siku mereka.

Untuk menggunakan bisanya itu Nycticebus kayan akan menjilat dan mencampurnya dengan ludah mereka. Bisa itu lalu digunakan ketika berburu dan dilumuri pada bulu anak-anak mereka. Cara itu diduga untuk melindungi anak-anaknya dari para predator.

Racun itu sangat kuat dan bisa menyebabkan alergi Anaphylaxis yang berujung kematian.

Penelitian itu juga membuktikan bahwa setidaknya terdapat empat spesies kuskus di Kalimantan dan Filipina yang masing-masing punya pola wajah yang berbeda satu sama lain.

Sebelumnya ilmuwan hanya mengenal satu jenis spesies kuskus yang dinamai Nycticebus managensis. Tetapi penelitian itu mengungkap bahwa Nycticebus bancanus dan Nycticebus borneanus - yang tadinya dikira subspesies dari Nycticebus managensis - adalah spesies baru yang berbeda.

"Artinya di Kalimantan khususnya, yang menjadi tempat asal dari tiga spesies baru ini, akan bertambah lagi spesies kuskus yang terancam punah di daftar IUCN (International Union for Conservation of Nature)," kata Nekaris.

Selain di Kalimantan dan Filipina, ada juga empat jenis kuskus yang berhabitat di Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Hasil penelitian mereka dipublikasikan di American Journal of Primatology.


Berita Satu

0 comments:

Post a Comment