Monday, December 31, 2012

★ Viper Class

VIPER Class merupakan kapal patroli cepat TNI AL buatan putra-putra Indonesia. Seluruh kapal dibuat oleh Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan (fasharkan) TNI AL yang mempunyai panjang 39-40 meter. Merupakan jenis kapal Patrol Craft (PC-40) hasil karya dan modifikasi prajurit terbaik matra laut.

Latihan airsoftgun di KRI Viper 820 (Foto SAC)
TNI AL membutuhkan banyak kapal untuk patroli maupun angkutan untuk menjaga keamanan dalam negeri. Karena anggaran yang terbatas, maka diusahakan untuk membuat kapal patroli sendiri melalui Dislitbang TNI AL, yang mendesain kapal kecil ukuran PC 36 dan PC 40 dengan biaya yang relatif murah.

Akhirnya prototipe kapal pertama berhasil dibuat sekitar tahun 2000an dan menjadi desain yang mumpuni untuk dibuat massal dengan memaksimalkan Fasharkan TNI AL diseluruh nusantara berserta mitra kerjanya. Bahannya pun dipilih yang ringan dan ekonomis dari bahan Fiberglass yang terbukti cukup bagus.

Dari kapal Patroli PC 36 jenis Boa Class, TNI AL merasa cukup puas dan memulai dengan ukuran yang lebih besar PC 40, maka kapalpun dibuat diberbagai fasilitas Angkatan Laut di nusantara.

Dari tipe PC 40 meter ini TNI AL membuat beberapa jenis yang serupa tapi ada perbedaan kecil secara detail sampai dengan desain yang berbeda tapi ukurannya sekitar 40 meter. Bersama dengan Galangan kapal dalam negeri, TNI AL mencoba terus untuk produksi kapal patroli untuk memenuhi kebutuhan dalam menjaga kedaulatan NKRI. Desainnya terus berubah dengan serapan teknologi dari luar, design by design pun dicoba untuk di produksi.

Salah satu kapal dengan kapal ukuran 40 meter yang dikenal adalah tipe Tarihu Class, Krait Class maupun yang terakhir dan menjadi andalan TNI AL yaitu Clurit Class. Tipe terakhir pun fungsinya setingkat lebih baik karena di persenjatai dengan CIWS maupun rudal anti kapal yang rencananya buatan Cina. Dan masuk dalam satuan kapal cepat (Satkat). Rencananya TNI AL akan memesan 6 unit kapal jenis ini pada PT Palindo, Batam. Melihat kebutuhan akan banyaknya kapal, Clurit Class cocok untuk diperbanyak dan di tempatkan di semua pangkalan TNI AL untuk menjadi kekuatan dasar pangkalan sebelum kapal lainnya membantu.

Kembali ke kapal jenis Viper Class ini akhirnya tahun 2005-2006 dibuat beberapa unit di fasharkan TNI AL dan banyak berguna dalam menjaga perairan Indonesia. Selain sebagai kapal patroli pantai, kapal ini juga digunakan sebagai kapal SAR dalam mencari korban kecelakaan di laut maupun penindakan penyelundupan di perairan Indonesia.

Kapal kelas ini digerakkan oleh tiga mesin pokok masing – masing berkekuatan 1100 HP, mampu melaju hingga 29 knot. Dengan kecepatan jelajah 15 knot, kapal ini bisa berlayar hingga lima hari dengan 20 orang ABK. Bagian haluannya dilengkapi dengan dudukan senjata untuk kanon mitraliur laras ganda 25 mm buatan Rusia dan senjata mesin berat (SMB) 12,7 mm pada buritan. Kapal bercat doreng ini dilengkapi dengan ruang pusat informasi tempur, ruang komunikasi dan gudang amunisi. Kapal ini berfungsi untuk antikapal permukaan dan antiserangan udara terbatas.

Kapal patroli PC-40 Kelas Viper

#  Nama kapal                 Buatan                                Tahun       Bertugas sejak
1  KRI Viper 820              Fasharkan TNI AL Jakarta                   19 Oktober 2006.
2  KRI Piton 821              Fasharkan TNI AL Mentigi   2005        19 Oktober 2006.
3  KRI Weling 822            Fasharkan TNI AL Mentigi   2005        19 Oktober 2006.
4  KRI Matacora 823       Fasharkan TNI AL Mentigi    2006        14 Maret 2008.
5  KRI Tedung Selar 824 Fasharkan TNI AL Jakarta                     14 Maret 2008.
6  KRI Boiga 825             Fasharkan TNI AL Manokwari         1 Agustus 2007 (terbakar 2010)

 Spesifikasi Umum
Jenis:Type PC-40 patrol boat
Berat:100 tons
Panjang:40 m (131 ft 3 in)
Lebar:7.3 m (23 ft 11 in)
Kecepatan:29 knots (54 km/h; 33 mph)
Jelajah:4 days
Persenjataan:
  • 25 mm (1 in) machine guns
  • 12.7 mm (0.50 in) machine guns
Berikut Foto Kapal Viper Class :

 KRI Viper 820 

KRI Viper 820 (Foto Formil Kaskus)

 KRI Piton 821 

KRI Piton 821 merupakan kapal patroli TNI AL yang bertugas di daerah Papua dan berpangkalan di Lantamal X TNI AL.

KRI Piton 821 (Foto Havitdema)

 KRI Weling 822  

KRI Weling 822 (Foto Berita HanKam)

 KRI Matacora 823  


KRI Matacora 823 (Foto Armabar)

 KRI Tedung Selar 824  


KRI Tedung Selar 824

 KRI Bolga 825 

Nama Boiga diambil dari nama latin ular Tiung Cincin, yakni Boiga Dendrophilia. Ular ini salah satu jenis ular ganas yang hidup di kawasan hutan bakau di semua kepulauan di Indonesia.

Menurut Berita Antara tanggal 26 juli 2010 kapal ini terbakar di Dermaga Ujung, Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur. Hampir 50 persen terbakar dan bagian kapal sudah miring tenggelam ke laut yakni bagian buritan dan lambung kiri dari kapal itu, sehingga menyisakan sisi kanan saja. Beruntung tidak ada korban jiwa. Akhirnya TNI AL memutuskan untuk mengkandas kapal ini di Lokasi kejadian.


(semua data dan foto dari berbagai sumber)

 Garuda Militer 

0 comments:

Post a Comment