Saturday, December 29, 2012

Kisah Hidup dan Mati di Pesawat

Di penerbangan apapun bisa terjadi (Foto: News)Jakarta Sebagian besar orang pernah merasakan duka saat melakukan penerbangan. Bukan karena kecelakaan pesawat, melainkan meninggalnya salah seorang penumpang.

Meskipun jarang, beberapa penumpang telah menyaksikan kematian juga kelahiran saat penerbangan. Hal ini terungkap dalam survei yang dilakukan oleh situs wisata, Wego.

Laporan paling umum kematian di pesawat adalah serangan jantung. Bahkan, pernah ada pasangan pengantin baru yang mengalami serangan jantung ketika seluruh kru pesawat mendadak mengalami sakit perut akibat bakteri dan membuat panik penumpang lain.

Melihat serangan jantung ternyata dapat membuat penumpang lain ikut trauma. Seorang wisatawan melihat penumpang wanita di dekatnya saat di pesawat meninggal karena serangan jantung, setelahnya dia mengalami trauma selama enam tahun.

Untuk mengatasi kematian yang tak terduga ini, beberapa maskapai menyediakan kamar mayat di armadanya. Salah satunya adalah Singapore Airlines, yang memiliki kamar mayat di armada A340-500. Maskapai lain yang tidak memiliki fasilitas serupa, hanya memindahkan jenazah ke kursi cadangan dan ditutupi selimut hingga pesawat mendarat.

Selain kematian, proses kelahiran juga sering terjadi di pesawat. Maskapai sebenarnya memiliki peraturan khusus bagi para penumpang yang tengah hamil, namun tak pelak beberapa bayi pernah lahir juga di pesawat.

Salah satunya adalah penerbangan dari Darwin ke Sydney, dimana penerbangan tersebut terpaksa dialihkan karena seorang penumpangnya melahirkan di tengah perjalanan. Proses kelahiran itu dilakukan di lorong pesawat.

Menurut peraturan PBB, bayi yang lahir di udara mengambil kewarganegaraan negara di mana pesawat tersebut terdaftar, namun juga tetap mempertimbangkan kebangsaan orangtua.


Okezone

Saturday, December 22, 2012

24 Bandara Indonesia Berwajah Baru

Sebagian besar yang dibangun merupakan bandara perintis.


Jakarta Kementerian Perhubungan berencana membangun dan memperluas 24 bandara baru sepanjang 2013-2015. Mayoritas yang dibangun sebagai bandara perintis dan berlokasi di Indonesia timur.

Direktur Bandar Udara Kementerian Perhubungan, Bambang Cahyono, menjelaskan, Kementerian Perhubungan telah menganggarkan Rp5,08 triliun untuk merehabilitasi dan membangun 24 bandara itu.

"Anggaran itu juga untuk merehabilitasi 186 bandara di Indonesia," kata Bambang kepada VIVAnews di Jakarta, Kamis 13 Desember 2012.

Berikut ini adalah daftar bandara yang akan rampung pada 2013-2015:

Tahun 2013 (12 bandara)

1. Medan Baru, Sumatera Utara
2. Pekonserai, Lampung Barat
3. Muara Bungo, Jambi
4. Bawean, Jawa Timur
5. Bone, Sulawesi Selatan
6. Umarorong, Sulawesi Barat
7. Kufar, Maluku
8. Tual baru, Maluku
9. Saumlaki Baru, Maluku
10. Waisai, Raja Ampat
11. Kamanap Serui, Papua
12. Waghete Baru, Papua

Tahun 2014 (7 bandara)

13. Enggano, Bengkulu
14. Muara Teweh baru, Kalimantan Tengah
15. Tebelian, Kalimantan Barat
16. Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah
17. Miangas, Pulau Terluar Indonesia berbatasan dengan Filipina
18. Namniwel, Maluku19. Moa, Maluku

Tahun 2015 (5 bandara)

20. Morowali, Sulawesi Tengah
21. Buntu Kunik, Sulawesi Selatan
22. Segun, Papua
23. Sinak Baru, Kalimantan Selatan
24. Werur, Papua

(art)

Pemerintah Bangun dan Perluas 24 Proyek Bandara

"Dari 24 bandara tersebut, lebih banyak di kawasan Indonesia timur." 

Pemerintah segera merealisasikan dan merampungkan pembangunan 24 proyek bandara di Indonesia. Pembangunan tersebut meliputi pengembangan dari yang sudah ada maupun mendirikan bandara baru.

"Dari 24 bandara tersebut, lebih banyak di kawasan Indonesia timur," kata Bambang S. Ervan, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan kepada VIVAnews di Jakarta, Selasa 11 Desember 2012.

Bambang mengungkapkan, bandara-bandara tersebut nantinya merupakan hasil pengembangan atau relokasi bandara yang sudah ada dan pembangunan bandara baru.

"Yang kami bangun itu seperti bandara Muara Teweh, Pandeglang, dan Karawang sebagai penopang Soekarno-Hatta," ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan mengaku telah menyiapkan tujuh lokasi alternatif untuk pembangunan bandara baru yang akan berfungsi sebagai penopang Bandara Soekarno-Hatta yang sudah mulai padat seiring dengan perkembangan industri penerbangan Tanah Air.

Berikut di antara 24 bandara yang akan dan sedang dibangun tersebut:

1. Bandara Kualanamu, Medan.
2. Bandara Pasaman Barat, Sumatera Barat.
3. Bandara Murung Raya, Kalimantan.
4. Bandara Rokan Hilir.
5. Bandara Anambas.
6. Bandara Mamasa, Sulawesi Barat.
7. Bandara Muara Teweh, Kalimantan Tengah.
8. Bandara Tana Toraja Baru.
9. Bandara Tual Baru, Maluku.
10. Bandara Segun, Sorong.
11. Bandara Nabire Baru, Papua.
12. Bandara Sinak Baru, Papua.
13. Bandara Samarinda Baru.
14. Bandara Sintang Baru, Kalimantan.
15. Bandara Waghete Baru, Papua.
16. Bandara Pandeglang, Jawa Barat.
17. Bandara Karawang, Jawa Barat.

(art)

Angkasa Pura II Operasikan Bandara di Dekat Danau Toba

Bandara Silangit diharapkan dapat dongkrak wisatawan ke Danau Toba.

Kementerian Perhubungan secara resmi menyerahkan kegiatan operasional Bandara Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, kepada PT Angkasa Pura II (Persero). Bandara yang terletak dekat danau Toba ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Herry Bhakti, menjelaskan dengan dialihkannya penyelenggaraan operasional dari Kementerian Perhubungan kepada Angkasa Pura II, Bandara Silangit diharapkan dapat menjadi ujung tombak perekonomian kawasan Danau Toba dan sekitarnya, salah satunya dengan meningkatkan potensi pariwisata daerah yang telah ada.

"Banyak sekali potensi penunjang pariwisata yang dapat digali di sana. Angkasa Pura II ke depan diharapkan dapat menginspirasi munculnya potensi-potensi lain yang belum muncul," kata Herry Bhakti, Jumat 14 Desember 2012.

Menanggapi hal tersebut, Tri S Sunoko menjelaskan, serah terima ini salah satu bentuk sinergi strategis antara Ditjen Perhubungan Udara dan Angkasa Pura II untuk meningkatkan fungsi dan pelayanan pengoperasian Bandara Silangit.

Angkasa Pura berjanji untuk mengoptimalisasikan peran Bandara Silangit guna meningkatkan aksesibilitas hubungan udara di Kawasan Danau Toba dan sekitarnya.

Tri Sunoko berharap di bawah pengelolaan Angkasa Pura II, peran Bandara Silangit ke depan tidak lagi sebatas sebagai tempat mendarat dan lepas landas pesawat, maupun hanya menjadi sarana penunjang perpindahan orang dan barang melalui angkutan udara.

Lebih dari itu, Bandara Silangit harus mampu menjadi bandara yang dapat memberikan manfaat yang lebih terhadap masyarakat di kawasan Danau Toba dan sekitarnya, maupun Sumatera Utara secara luas.

"Khususnya dalam meningkatkan jumlah wisatawan baik domestik maupun mancanegara, dan menggerakkan investor untuk menanamkan modalnya di kawasan ini. Bagi Angkasa Pura II, ini merupakan tantangan yang sangat besar," papar Tri Sunoko.

Melalui penugasan ini, manajemen Angkasa Pura II akan memaksimalkan upaya pembenahan bandara yang dibangun semasa penjajahan Jepang tersebut. Letak Bandara Silangit sangat strategis, diapit sembilan wilayah kabupaten di sekitarnya. Hal ini menjadi fokus pengembangan yang akan dilakukan Angkasa Pura II ke depan.

Proses pengkajian (feasibility study) pengalihan tugas ini, telah dilakukan Angkasa Pura II sejak November 2012 dan selesai pada Desember 2013. Adapun kajian yang dilakukan antara lain aspek finansial, teknis, operasional, SDM, ekonomi, hingga dampak sosial terhadap masyarakat di lingkungan bandara.(adi)


VIVA.co

Sunday, December 16, 2012

Gubernur Lemhannas Kritik McKinsey

Jakarta Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Budi Susilo Soepandji, melontarkan kritik pedas terhadap prediksi atau ramalan kemajuan ekonomi Indonesia yang dipublikasi Mckinsey Global Institute (MGI). Karena itu, dia mengingatkan agar kita lebih kritis menyikapi prediksi tersebut, meski secara umum cukup menggembirakan bagi nama baik Indonesia di mata internasional.

"Prediksi McKinsey itu sangat menjanjikan buat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Tapi, dia tidak menyinggung bagaimana kita membangun persatuan atau menyatukan berbagai perbedaan yang sesungguhnya bisa mengubah predikasi itu jika aspek persatuan diabaikan," ujar Budi Susilo dalam acara coffe morning dengan para pemimpin redaksi di Lemhannas, Jumat (14/12).

Seperti diberitakan sebelumnya, pada akhir September - awal Oktober 2012, McKinsey menyebutkan pada tahun 2030 ekonomi Indonesia akan menempati posisi ke-7 Ekonomi Dunia mengalahkan Jerman dan Inggris. Pada tahun 2030 itu, perekonomian Indonesia akan di topang oleh empat sektor utama, yaitu bidang jasa, pertanian, dan perikanan, serta sumber daya alam. Ekonomi Indonesia juga akan terus tumbuh dengan didorong oleh kekuatan regional.

Dalam 15 tahun ke depan, 1,8 miliar orang kelas konsumsi di dunia sebagian besar akan berada di Asia. Dalam kesempatan itu, Gubernur menyinggung bahwa potensi SDM Indonesia tidak kalah dengan orang asing. Persoalannya bagaimana kita memberdayakan SDM untuk kemajuan bangsa. Potensi Kelautan Dalam acara coffe morning itu, tampil pula sejarawan Anhar Gonggong yang membahas soal Deklarasi Juanda 1957 yang menekankan posisi laut Indonesia yang dicanangkan PM Juanda Kartawidjaya.

Hari pencanangan Deklarasi itu dijadikan Hari Nusantara. Dalam acara tanya jawab, banyak dipertanyakan bagaimana peran dan fungsi negara maritim Indonesia tidak berjalan, bahkan animo masyarakat untuk mencintai laut pun makin berkurang. Baik Gubernur Lemhannas maupun Anhar Gonggong sepakat bahwa potensi kelautan Indonesia yang sangat besar harus benar-benar dimanfaatkan.

Namun, banyak kritik dilontarkan oleh peserta mengingat sampai saat ini tidak ada blue print tentang potensi kelautan Indonesia sehingga pemanfaatannya tidak maksimal. Dalam kaitan potensi kelautan ini, Gubernur Lemhannas juga menyinggung soal rencana pembangunan jembatan terpanjang yakni Jembatan Selat Sunda (JSS) yang mnghubungkan pulau Jawa dan Sumatera.

Menurut Budi Susilo, Lemhannas masih terus mengkaji , namun dirinya mengaku belum terlalu jauh untuk dapat memutuskan perlu tidaknya JSS, karena hal itu harus benarbenar dikaji dari berbagai sisi.

"Kalau ahli tehnik pasti mampu membangun jembatan terpanjang itu. Tapi, dari sisi aspek keamanan, kita kan tidak tahu apakah suatu ketika ada bom atau potensi bahaya," kata Budi Susilo.

Monday, December 10, 2012

Laboratorium Jawa di IAIN Surakarta

Foto : IAIN Surakarta/Facebook IAIN SurakartaSolo Laboratorium fisika dan kimia tentu sudah biasa. Di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, terdapat laboratorium baru yang sangat unik, yakni Laboratorium Jawa.

Menurut Kepala Pusat Bahasa dan Budaya IAIN Surakarta Abdullah Faisol, laboratorium Jawa ini dipakai sebagaia tempat untuk mengkaji berbagai kitab atau benda yang berkaitan dengan Jawa.

“Untuk sementara sebagai tempat studi berbagai hal tentang Jawa, melalui kitab Jawa dan benda-benda mati lainnya,” jelas Abdullah Faishol saat ditemui wartawan, di Kampus IAIN Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (15/12/2012).

Faishol mengatakan, pendirian laboratorium memang baru digagas pada 2012 dan beberapa saat kemudian didirikan. Namun keberadaan laboratorium Jawa ini belum masuk kurikulum atau pusat studi pengembangan. “Bahkan saat ini memang belum ada pengembangan dalam bentuk lembaga atau pusat studi,” jelasnya.

Dia menambahkan, ke depan akan tetap dikembangkan baik untuk pembelajaran maupun penelitian mahasiswa dan dosen. "Mungkin pada tahun depan bisa mulai ada pengembangan kajian budaya Jawa," terangnya.

Di tempat terpisah, Pembantu Rektor II IAIN Surakarta Rahmawan Arifin mengungkapkan, pembangunan laboratorium Jawa ini di IAIN Surakarta sesuai dengan program kampus yang ingin mengembangkan budaya Jawa dalam berbagai aspek yang dirintis mulai tahun ini.(mrg)


Okezone

Saturday, November 24, 2012

Perusahaan Jepang Akuisisi 19 Perusahaan Indonesia

Perusahaan Jepang Akuisisi 19 Perusahaan IndonesiaTokyo Sebanyak 19 perusahaan Indonesia selama tahun 2012 telah diakuisisi perusahaan Jepang. Bahkan diperkirakan akan lebih banyak lagi.

Sementara perusahaan Thailand, Malaysia dan Vietnam tak lebih dari 10 yang telah diakui perusahaan Jepang. Semua dengan maksud agar perusahaan Jepang bisa masuk dan mempenetrasi pasar negara masing-masing.

Demikian hasil survei yang dikutip TRIBUNnews.com dari koran Nikkei yang diungkapkan Sabtu kemarin. Jumlah keseluruhan yang diakuisisi di dunia tahun ini meningkat 10% mendekati 500 perusahaan, dibandingkan tahun lalu yang hanya 463 perusahaan.

Jumlah perusahaan yang diakuisisi ini sangat banyak mirip dengan saat masa ekonomi gelembung pada akhir tahun 1990-an dulu di mana uang Jepang berlimpah sehingga banyak tanah habis diborong para jutawan saat itu. Akibatnya harga tanah melambung tinggi, dan setelah mencapai puncaknya, terus menurun mulai tahun 2000 hingga sekarang, menurun berkelanjutan. Sedangkan pinjaman tak bisa dikembalikan sehingga banyak sekali perusahaan bangkrut.

Menurut Nikkei, jumlah perusahaan Jepang yang semakin banyak menginvestasikan uangnya ke Asia Tenggara karena melihat resiko usaha di Cina tambah lama tambah tinggi dan membahayakan.

Menurut perusahaan M&A yang profesional, Recof Corp., sedikitnya 489 perusahaan Jepang telah membeli berbagai perusahaan di luar negeri per 14 Desember 2012 dengan nilai sedikitnya 6,9 triliun yen. Nilai ini berarti naik 8% dibandingkan tahun lalu.

Kemampuan akuisisi Jepang juga terdorong dan semakin mudah dilakukan karena nilai mata uang yen semakin tinggi sementara nilai dolar semakin rendah.

Beberapa akuisisi yang dilakukan misalnya Dentsu Inc.'s yang berhasil membeli biro iklan raksasa Inggris, Aegis Group Plc, dengan harga sekitar 400 miliar yen.

Kemudian perusahaan telepon Jepang, Softbank Corp. yang berhasil membeli operator telepon mobil Amerika, Sprint Nextel Corp. dengan nilai 1,5 triliun yen.(*)


Tribunnews

Monday, November 5, 2012

BUMN Navigasi beroperasi tahun depan

Jakarta Pemerintah telah membentuk sebuah BUMN baru berstatus Perusahaan Umum (Perum) yang akan mengatur sistem lalu lintas udara (Air Traffic Control/ATC) secara lebih terintegrasi. Nantinya BUMN ini akan mengontrol lalu lintas udara di seluruh Indonesia.

Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, mengatakan Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau Perum Navigasi, siap beroperasi tahun depan.

"Sudah dibentuk sekarang lagi dalam proses penguatan institusinya secara bertahap," ujarnya saat ditemui di kantor KementerianKoordinator Perekonomian, Jakarta, Senin (17/12).

Lembaga baru ini akan berada di bawah Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Namun Kementerian Perhubungan juga turut mensupervisi. Saat ini pemerintah tengah menyiapkan pemilihan dewan direksi dan secara bertahap diteruskan sampai ke tingkat bawah.

"Dari kemenhub dan AP (Angkasa Pura), nanti diserahkan direksinya. Gedungnya ada, alatnya ada baru bedol desanya terjadi," tuturnya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan menjelaskan, selama ini ATC di Indonesia dikelola oleh dua BUMN, yaitu Angkasa Pura I untuk wilayah Indonesia timur dan Angkasa Pura II untuk wilayah Indonesia Barat.

Padahal Indonesia harus menganut single air trafic provider. Untuk itu perlu dibuat BUMN baru yang khusus untuk mengatur sistem lalu lintas udara (ATC) secara lebih terintegrasi guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan penumpang penerbangan.

"Indonesia harus menganut single air traffic provider, sekarang masih double dan belum terintegrasi. Untuk itu, perlu dibuat perusahaan baru yang khusus mengatur ATS," kata Dahlan beberapa waktu lalu.

Dahlan menjelaskan, BUMN baru tersebut nantinya akan berstatus perusahaan umum (Perum) yang nantinya akan berdaulat penuh terhadap udara Indonesia.

AP I dan II nantinya harus merelakan seluruh aset, sumber daya manusia, peralatan, hingga pendapatannya untuk BUMN baru ini. Menurut dia, ketua dewan pengawas terbentuknya BUMN tersebut berasal dari Dirjen Perhubungan Udara.

Sedangkan anggota pengawas terdiri dari anggota dewan direksi AP I dan II. Sedangkan dewan direksi BUMN tersebut akan diusul oleh dewan pengawas.

"Tugas pokoknya adalah menyelesaikan kekhawatiran para ahli dan bagaimana agar pemerintah Indonesia dapat berdaulat penuh di udara. Karena, saat ini Indonesia belum berdaulat di udaranya sendiri," tegasnya.

Dengan terbentuknya BUMN baru ini diharapkan Indonesia akan siap mengambil alih seluruh pengelolaan sistem layanan penerbangan terintegrasi di Indonesia dalam 1-2 tahun mendatang.

Selama ini kontrol udara ada di pengawasan Singapura. Hal ini disebabkan pemerintah masa lalu yang menyerahkan kontrol udara kepada negara lain karena Indonesia belum mampu mengontrolnya sendiri.

"Kontrol udara yang diserahkan itu ada di Batam, Palembang, Bangka Belitung, Pontianak yang diserahkan ke Singapura," paparnya.

Saat ini, AP I bahkan sudah mengekspor ATC buatannya ke Malaysia. Hal ini meyakinkan bahwa Indonesia mampu mengawasi seluruh kontrol udaranya.

"Tetapi apakah nanti di seluruh Indonesia, ATC-nya nanti akan menggunakan produk AP I, kita serahkan ke manajemen Perum nanti.

Dengan terbentuknya Perum ini, maka pergerakan udara sekitar 2.400 dari saat ini 1.200 pergerakan per hari di Cengkareng," tambah Dahlan.(mdk/noe)


Merdeka

Thursday, November 1, 2012

Indonesia Akan Jadi Salah Satu Kekuatan Dunia

Washington Indonesia bersama negara-negara berkembang lainnya diperkirakan akan memiliki peran dominan di bidang ekonomi dan politik pada 2030, mengambil alih peran negara-negara barat. Berdasarkan hasil studi Dewan Intelijen Nasional Amerika Serikat dalam laporan "Global Trends 2030: Alternative Worlds" disebutkan pengaruh negara-negara barat akan semakin menurun seiring stagnasi pertumbuhan yang mereka alami.

Seperti dilansir Business Times, 17 Desember 2012, Asia diperkirakan akan melampaui Amerika Utara dan Eropa dalam ukuran produk domestik bruto, jumlah populasi, belanja militer dan investasi teknologi. Dewan Intelijen Amerika menyediakan informasi bagi komunitas intelijen negara itu. Mereka menyebutkan prospek ekonomi dunia akan semakin tergantung pada posisi negara berkembang, yang dipimpin Cina, India, dan Brazil.

Pemain-pemain di kawasan seperti Indonesia dan Korea Selatan di Asia, Columbia dan Meksiko di Amerika Latin juga akan menjadi sangat penting bagi ekonomi global. Buktinya negara-negara berkembang menyumbang lebih dari 50 persen pertumbuhan global dan 40 persen dari investasi global. Dewan Intelijen menyatakan data itu bisa berpotensi meningkat sehingga memberikan tantangan ketidakstabilan ekonomi global.

“Kontrasnya pertumbuhan yang cepat di negara-negara kawasan itu membuat ketidakseimbangan global dimana menyumbang terjadinya krisis finansial pada 2008 dan sistem internasional,” ungkap laporan itu.

Pertanyaan pentingnya, tambah laporan itu, meningkatnya ketidakpastian akan mengakibatakan rusaknya sistem global ataukah pengembangan beragam pusat pertumbuhan bisa membuat daya tahan ekonomi semakin meningkat.

Sementara banyak negara barat sedang memastikan bahwa pelambatan ekonomi yang mereka alami saat ini karena dampak krisis finansial di 2008 dan tidak akan semakin terperosok lebih lama. Namun beberapa negara seperti Indonesia mencatatkan pertumbuhan dan harus konsentrasi agar perkembangan ekonomi berkelanjutan dan menghindari jebakan pendapatan kelas menengah (middle income trap). Kondisi di mana pendapatan per kapita masyarakat Indonesia tidak akan bisa tumbuh seperti pendapatan di masyarakat negara maju.

“Untuk menghindari kondisi itu, Indonesia harus mempertimbangkan untuk menerapkan perubahan yang luas pada peran lembaga politik dan sosial,” ungkap Dewan Intilejen.

Ekonomi Indonesia telah tumbuh diatas 6 persen dalam beberapa tahun terakhir sehingga mendorong pendapatan masyarakat per kapita menjadi lebih dari US$ 3.500. Sebagai perbandingan pertumbuhan Amerika hanya separuhnya dari Indonesia sementara beberapa negara di Eropa justru berada dalam resesi.

Dengan diluncurkan program masterplan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia (MP3EI), pemerintah Indonesia tampaknya melihat pesan dari Dewan Intelijen secara serius. Proyek pembangunan infrastruktur senilai Rp 4.000 triliun tersebut akan membantu Indonesia menjadi negara denga ekonomi terkuat pada 2025.


Tempo

Monday, October 29, 2012

Siswa SMAN1 Sidoarjo Sabet Juara Kompetisi IT Asia Pasific

http://m.itoday.co.id/timthumb.php?src=http://www.itoday.co.id/http://www.itoday.co.id/images/stories/itoday-images/Lab_Komputer_SMAN1_Sidoarjo.jpg&h=auto&w=140&a=tlSidoarjo - Nama SMAN1 Sidoarjo, Jawa Timur berkibar di arena Asia Pacific ICT Alliance (APICTA) Award ke-12. Dua siswa SMAN1 Sidoarjo, M Rizqi Aulia Rahmah Maulana dan M Rindo Wardhana, berhasil meraih juara dua APICTA 12 yang digelar di Brunei Darussalam, 3-5 Desember 2012.

Kedua siswa kelas 3 jurusan IPA itu mengusung website "edunesia.org", sebuah sebuah situs yang didesain untuk sarana belajar secara online. Edunesia.org menyisihkan peserta dari sebelas negara lainnya.

Rizqi dan Rindo mengaku mendesain edunesia.org dengan aplikasi program komputer yang dipelajari secara autodidak sejak SMP. Desain website edunesia.org dirancang kurang lebih selama dua bulan.

Sebagai website belajar online, untuk masuk ke edunesia.org tidak perlu mendaftar sebagai member. Pengangses yang memiliki akun media sosial bisa langsung masuk ke edunesia.org. Selain sebagai sarana komunikasi interaksi antarsiswa, website juga didesain untuk berinteraksi antar siswa dan guru.

Sejumlah fitur dapat dinikmati dari situs edunesia ini. Di antaranya, fitur latihan soal dan rangkuman, butuh bimbingan guru, tanya bebas dan tugas soal, tugas kelompok, live teaching, hingga fitur tryout online. Dengan fitur itu, siswa juga bisa belajar berkelompok tanpa tatap muka.


Itoday

Thursday, October 25, 2012

Ketika Penerbangan Kacau Akibat Radar Bandara Mati

 "Cuma" mati 15 menit, dua pesawat nyaris tabrakan. 

http://us.media.viva.co.id/thumbs2/2011/03/16/106934_terminal-ii-bandara-internasional-soekarno-hatta--di-tangerang--banten_209_157.jpgCengkareng - Minggu sore, 16 Desember 2012, Twitterland ramai dengan keluhan para penumpang pesawat menuju dan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta. Pasalnya, pesawat yang mereka tumpangi mengalami keterlambatan, tak peduli maskapai penerbangan apa itu. Sedikitnya 46 penerbangan molor jadwalnya.

Semua itu ternyata karena radar di Bandara Soekarno-Hatta mati akibat terbakarnya perangkat Uninterruptible Power Supply (UPS). UPS adalah perangkat pendukung pasokan energi listrik ke jaringan komputer yang berfungsi untuk memandu pesawat di bandara.

Saat ini PT Angkasa Pura II masih menginvestigasi dan menelusuri penyebab terbakarnya UPS itu. Sekretaris Korporat PT Angkasa Pura II, Trisno Heryadi, menyatakan manajemen PT Angkasa Pura II sesungguhnya telah memprogramkan pengadaan UPS baru. Namun saat ini UPS baru itu masih dalam proses pengiriman dari Jerman.

UPS baru itu diperkirakan tiba di Indonesia pada pertengahan Januari 2013. “Namun di luar dugaan, UPS yang ada saat ini mengalami masalah sebelum UPS yang baru tiba,” ujar Trisno.

Hal ini dibenarkan Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan, Bambang S. Ervan. “Angkasa Pura II sudah membeli UPS baru yang awal tahun depan datang dari Jerman. Tapi sebelum diganti, UPS yang dipakai sekarang sudah terbakar duluan,” kata Bambang.

Kementerian Perhubungan menyerahkan sepenuhnya penyelidikan soal insiden tersebut kepada Angkasa Pura II.

Berdasarkan laporan yang diterima Kementerian Perhubungan, radar Bandara Soekarno-Hatta mati selama 15 menit akibat UPS utama terbakar. Sistem yang seharusnya secara otomatis mengalihkan listrik ke UPS cadangan tidak berfungsi karena switch UPS juga ikut terbakar.

Angkasa Pura pun meminta maaf atas insiden itu itu. “Kami terus melakukan penyempurnaan agar pelayanan tidak terganggu kembali. Manajemen PT Angkasa Pura II meminta maaf kepada seluruh pengguna jasa dan mitra kerja atas ketidaknyamanan yang terjadi,” kata Trisno.

Sementara itu, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan perlunya investigasi menyeluruh atas terbakarnya UPS Bandara Soekarno-Hatta itu. “Saya sudah meminta agar perangkat di Bandara Soekarno-Hatta dimodernisasi, karena pendaratan pesawat di situ sudah sangat padat. Kita harus waspada tinggi dan menjaga keamanan,” kata dia.

Nyaris tabrakan

Hatta juga mengungkapkan, matinya radar di Bandara Soekarno-Hatta nyaris menelan korban nyawa. “Hampir terjadi persinggungan (tabrakan) antara dua pesawat, Lion dengan Lion. Lion kemudian return to base (kembali ke bandara semula),” kata Ketua Umum Partai Amanat Nasional itu.

Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait, mengaku belum mendapat laporan soal dua pesawat maskapainya yang nyaris tabrakan itu. “Biasanya pilot langsung lapor ke manajemen. Itu rahasia menara ATC (Air Traffic Control),” kata dia.

Peristiwa radar mati di Bandara Soekarno-Hatta sesungguhnya terjadi tak terlalu lama, yaitu 15 menit. Selama 15 menit itu, pengoperasian di bandara dilakukan secara manual. Meski demikian, kata Hatta, “Lima belas menit black out (mati) itu merupakan waktu yang panjang di udara,” ujarnya.

Hatta mengingatkan, peristiwa radar mati memang tidak menimbulkan kerugian materi yang terlalu besar. Namun dalam dunia penerbangan, hal seperti itu sangat mengerikan dan tidak boleh terjadi. Hal itu tak hanya mengancam nyawa penumpang pesawat di udara, tapi juga berpotensi mengganggu kestabilan perekonomian nasional.

Secara terpisah, anggota Komisi V Bidang Perhubungan DPR RI Arwani Thomafi mengatakan komisinya akan menanyakan insiden tersebut dalam rapat kerja dengan Kementerian Perhubungan usai reses nanti.

“Sangat memalukan bandara sekelas Cengkareng tidak punya cadangan power yang bisa menjaga sistem tidak down. Seharusnya penyelenggara ATC memiliki teknologi yang dapat meminimalisir berulangnya kejadian serupa,” kata politisi Partai Persatuan Pembangunan itu.

Anggota Komisi V lainnya, Saleh Husein, mengatakan Bandara Soekarno-Hatta merupakan pintu utama penerbangan internasional di Indonesia dengan kepadatan penerbangan yang tinggi. Maka jika radar mati, harus segera diantisipasi dalam hitungan menit. “Tapi ini justru membutuhkan waktu sekian jam. Ini tentu menurunkan citra Indonesia di mata internasional,” kata politisi Hanura itu.

Penerbangan kacau

Angkasa Pura II menjelaskan, UPS di Bandara Soekarno-Hatta terbakar sekitar pukul 16.55 WIB, Minggu 16 Desember 2012. “Terbakarnya perangkat UPS mengakibatkan gangguan pada sistem pemanduan otomatis Jakarta Automated Air Traffic System (JAATS) dan membuat sistem tidak dapat bekerja selama 15 menit,” kata Sekretaris Korporat PT Angkasa Pura II, Trisno Heryadi.

Lima belas menit kemudian, pukul 17.10 WIB, pasokan listrik terhadap perangkat pemanduan otomatis JAATS pulih. JAATS pun melakukan proses start-up dan me-recover seluruh data penerbangan. Di tahap ini, sistem butuh waktu agar dapat beroperasi normal.

Pukul 18.05 WIB, sistem berhasil pulih total, dan menara kontrol membuka kegiatan lepas landas dan pendaratan secara bertahap. “Pukul 19.15, seluruh kegiatan operasional penerbangan dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta normal kembali, sampai saat ini,” ujar Trisno.

Seluruh penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta kemarin sore pun terkena dampaknya. Jadwal pesawat domestik maupun luar negeri AirAsia mengalami keterlambatan selama 1-2,5 jam. Chief Operation Officer Indonesia AirAsia, Ridzki Kramadibrata, menyatakan sebelum radar mati, semua jadwal penerbangan AirAsia dari pagi hingga siang cukup tepat waktu.

Sementara itu, Sriwijaya Air terpaksa mengalihkan satu pesawatnya dari Tanjung Pandan menuju Bandara Soekarno-Hatta, ke Pangkal Pinang. Satu pesawat dari Batam yang seharusnya terbang menuju Soekarno-Hatta ditunda karena tidak mendapatkan izin terbang dari otoritas penerbangan.

General Manager Air Traffic Services Bandara Soekarno-Hatta, Budi Hendro, menyatakan dari 46 penerbangan yang mengalami keterlambatan, 25 pesawat di antaranya akan lepas landas dari Bandara Soetta, dan 21 pesawat lainnya akan mendarat.

Gangguan di Bandara Soetta pun berimbas ke bandara lain. Di Bandara Juanda, Surabaya, misalnya tercatat lebih dari 30 penerbangan mengalami keterlambatan. Staf Humas Bandara Juanda, Suryo, mengatakan sekitar 20 pesawat dari Juanda ke Soetta terlambat, dan sekitar 15 pesawat dari Soetta menuju Juanda juga terlambat.

Penerbangan dari Makassar ke Jakarta pun terpaksa dialihkan ke Bandara Juanda. Demikian juga dengan penerbangan Bali ke Jakarta yang dialihkan ke Surabaya karena insiden matinya radar Bandara Soetta. Pengelola bandara belum memastikan berapa kerugian akibat urusan UPS mati ini.


© VIVA.co.I'd
Memalukan ...

Monday, October 22, 2012

GSM Home, Telepon Rumah Menggunakan Jaringan Seluler

http://static.republika.co.id/uploads/images/square/gsm-phone-_121217201524-949.jpgJakarta Tiphone meluncurkan produk terbarunya yang diberi nama "Tiphone GSM-HOME", layanan komunikasi telepon rumah dengan jaringan GSM. Telepon ini selain sebagai fixed phone, dapat juga digunakan sebagai mobile hotspot.

Pengguna dapat mengakses Internet secara nirkabel melalui komputer jinjing mereka dengan melakukan "tethering mobile hotspot" pada perangkat ini. Meski berbentuk seperti pesawat telepon, perangkat nirkabel ini memiliki fitur-fitur yang umumnya terdapat pada telepon genggam, seperti SMS, MMS, dan e-mail. "Dilengkapi dengan Mp3 player dan slot memory card," kata Noviani, Product Manager PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk.

Melalui perangkat ini, pengguna juga dapat memutar video yang tersimpan dalam kartu memori dan melihatnya di layar telepon yang berukuran 2,4 inchi.

Peralatan ini juga dilengkapi dengan radio, bluetooth, dan slot untuk kartu SIM GSM. Noviani mengklaim daya tahan baterai Tiphone GSM-HOME dapat bertahan hingga satu hari bila tidak digunakan sebagai mobile hotspot. "Kalau sebagai Wi-Fi tethering kurang lebih enam jam," jelasnya.

Tiphone menjual perangkat ini secara bundling dengan kartuHalo dari Telkomsel. Dengan membeli tunai seharga Rp 999.000, pengguna mendapatkan paket kartuHalo Fit senilai Rp 80.000 dengan masa aktif enam bulan, kata Arif, Head of device bundling telkomsel.

Setelah diluncurkan hari ini, Head of Channel Management Group Telkomsel Mirza Budiwan mengatakan perangkat dapat dibeli di Telesindo Shop dan GraPARI.


● Republika

Friday, October 19, 2012

Ilmuwan Jepang-RI Teliti Gambut Semenanjung Kampar

http://static.republika.co.id/uploads/images/square/lahan_gambut_ilustrasi_100929145613.jpgPEKANBARU Ilmuwan Jepang dari Univeristas Utsunomiya bersama sejumlah perguruan tinggi di Indonesia kini tengah meneliti pelepasan karbondioksida (CO2) pada lahan gambut yang difungsikan untuk Hutan Tanaman Industri (HTI) di Semenanjung Kampar, Kabupaten Pelalawan, Riau.

"Penelitian ini sudah berlangsung sekitar enam bulan," kata Dr. Wawan dari Universitas Riau di Pekanbaru, Senin (17/12).

Ia menjelaskan, peneliti dari Universitas Utsunomiya Jepang dipimpin oleh Prof Nagano. Perguruan tinggi di Indonesia yang terlibat dalam program itu, yakni Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Budi Indra Setiawan dan Dr Basuki Sumawinata. Selain itu, Prof Muhajir Utomo dari Universitas Lampung juga ikut dilibatkan.

Objek penelitian mereka yakni di lahan gambut HTI PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Semenanjung Kampar, tepatnya di daerah Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan. Seperti diketahui, lokasi HTI RAPP itu sempat menjadi sorotan dunia karena pernah diblokade aktivis lingkungan Greenpeace pada 2008.

"Selama ini terdapat kekeliruan pola pengukuran pelepasan karbon terutama dilakukan pihak luar negeri untuk mendiskreditkan produk HTI Indonesia. Dengan penelitian ini pihaknya membantah itu dengan pembuktian ilmiah," katanya.

Menurut dia, penelitian akan berlangsung pada dua daur ulang masa tanaman akasia di HTI atau sekitar 10 tahun ke depan. Ia menjelaskan, para peneliti ingin meneliti penerapan pola pengaturan air ekologis (water management eco-hydro) pada lahan gambut terhadap pelepasan karbondioksida untuk HTI. Untuk mengetahui berapa besar CO2 yang lepas ke udara, lanjutnya, para ilmuwan menggunakan alat Li-Cor 8100 Automated Soil C02 Flux System.

Menurut dia, perati itu merupakan teknologi terbaru yang dapat mengunduh data CO2 secara cepat. Ia mengatakan alat seharga Rp1 miliar itu merupakan kontribusi dari Univeristas Utsunomiya Jepang.

"Selama enam bulan ini akan dapat dilihat, penerapan eco-hydro yang baik pada lahan gambut untuk HTI dapat mengontrol subsidensi gambut. Selain itu dapat mencegah terjadinya kebakaran pada lahan gambut," kata Wawan yang juga dosen Agro Teknologi Fakultas Pertanian Universitas Riau itu.

Sunday, October 14, 2012

Operator akan bersaing di layanan WiFi tahun depan

http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRn_yayGeEYVCHL4GDAz0anQC8coqnca_W2UJ_2yeQNpQguZYX7poTEygJakarta Hampir seluruh penyedia jaringan telekomunikasi (operator) di Indonesia akan menyediakan layanan akses Internet nirkabel (Wireless Fidelity/WiFi) pada 2013, demikian dikatakan Analis Senior Telekomunikasi International Data Corporation (IDC) Indonesia, Meriska Elfiarini.

"Mereka (operator) akan beralih ke bisnis digital dengan menyediakan WiFi seperti Telkom, Telkomsel, dan Indosat," kata Meriska selepas jumpa pers 10 Prediksi teknologi informasi dan telekomunikasi (TIK) IDC di Indonesia, di Jakarta, Senin.

Meriska mengatakan dua operator itu memang gencar mempromosikan layanan WiFi untuk mengantisipasi lonjakan lalu lintas data di kanal 2G dan 3G.

Selain itu, WiFi juga digunakan sejumlah operator sebelum mengembangkan jaringan long term evolution (LTE) atau 4G yang diperkirakan mulai pada akhir 2013 atau awal 2014.

"Iya (menggantikan posisi base transceiver station/BTS). Tapi memang layanan mereka masih terbatas di beberapa area seperti kampus, pusat perbelanjaan, atau gedung-gedung tertentu," katanya.

Para operator itu, menurut Meriska, tidak mempunyai kendala untuk mengembangkan layanan WiFi mereka.

"Mereka (operator) telah membuat kartu data 3G yang menjadi nilai jualan baru," katanya.

Operator-operator yang menyediakan layanan WiFi, lanjut Meriska, yaitu Telkomsel Mobile WiFi Seamless, Indosat Super WiFi, XL dengan layanan 3G HotRod, dan Axis akan menyusul pada 2013.

"Telkomsel dengan dukungan Telkom saya kira (jaringan WiFi) akan kuat di pulau Jawa, tapi untuk operator lain mungkin hanya kuat di Jakarta saja," katanya.(I026)


Antara

Thursday, October 11, 2012

Makassar Kota Berinfrastruktur Terbaik di Indonesia

http://m.itoday.co.id/timthumb.php?src=http://www.itoday.co.id/images/stories/itoday-images/PLTU_JENEPONTO.jpg&h=auto&w=140&a=tlMakasar Makassar akan menjadi salah satu kota dengan jaminan ketersediaan listrik dan infrastruktur terbaik di Indonesia, setelah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeneponto diresmikan

Makassar dan sekitarnya akan menjadi salah satu kota dengan jaminan ketersediaan listrik dan infrastruktur terbaik di Tanah Air, ujar Chief Executive Officer (CEO) Bosowa Erwin Aksa.

PLTU Jeneponto berkapasitas 2x125 Megawatt (MW), di Desa Punagaya, Jeneponto, Sulawesi Selatan, itu rencananya akan diresmikan oleh Menteri Energi Sumber Daya Mineral Jero Wacik Rabu (19/12).

PLTU yang dibangun Bosowa melalui anak usahanya, PT Bosowa Energy, bekerja sama dengan PT SSP (Sumberenergi Sakti Prima) yang telah berpengalaman dalam pengembangan PLTU dengan nilai investasi sekitar US$ 250 juta.

Sebab itu, Erwin mengundang investor untuk berinvestasi di Sulawesi Selatan, sebab Makassar saat ini merupakan Kota yang paling baik dari segi infrastruktur. Dari Bandara bertaraf internasional, jalan tol, pelabuhan internasional, telekomunikasi yang baik, dan jaminan ketersediaan energi listrik yang cukup. 

"Saya kira ini semua masih sulit di miliki kota-kota lainnya," papar Erwin.


itoday

Monday, October 1, 2012

Mega Proyek Kampung Impian di Jakarta

 Kampung yang diperbaiki akan dievaluasi kelayakannya dan diundi.

http://us.media.viva.co.id/thumbs2/2012/10/18/176148_jokowi-kunjungi-marunda_209_157.jpgJakarta Kampung-kampung di Jakarta akan segera ditata ulang. Hari ini, Senin 17 Desember 2012, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan 7 perusahaan menandatangani kesepakatan bersama program itu di Balai Agung, Balaikota DKI Jakarta.

Mereka berpartisipasi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR). Tujuh perusahaan tersebut yaitu PT Jasindo, PT Don Media Indonesia, PT Bank DKI, PT Pembangunan Jaya Ancol, PT Jakarta Propertindo, PD Pembangunan Sarana Jaya, dan PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP).

Proyek penataan kampung kumuh pernah dilakukan pada era Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin. Proyek ini dikenal dengan nama Proyek Muhammad Husni Thamrin (MHT) dan berjalan sekitar 1969-1979. Proyek ini juga dinamai Proyek MHT plus.

"Kami harus dorong agar ada sebuah redesign dalam segala hal. Jangan terkonsentrasi pada satu masalah. CSR itu harus terus digerakkan, tapi harus fokus pada permasalahan utama di Jakarta" kata Joko Widodo, Gubernur Provinsi DKI Jakarta.

Program penataan kampung ini akan membuat kampung dengan tata ruang yang baik. Yakni, kampung dengan ruang terbuka hijau yang ideal, ada perpustakaannya, perpustakaan mikro. ”Lebar jalan tidak hanya setengah meter tapi 3 meter,” ujar Jokowi, panggilan akrab Joko Widodo.

Dia yakin semuanya akan tertangani kalau fokus dan konsentrasi dalam melaksanakan proyek itu. ”Kalau itu rampung tentu ada tindak lanjut. Misalnya, memberikan injeksi untuk bidang ekonominya, sehingga usaha produktif di kampung juga bergerak.”

Jokowi menjelaskan, per tahun 2011 terdapat 392 Rukun Warga (RW) kumuh di Ibukota. Sebarannya, Jakarta Selatan (60), Jakarta Timur (75), Jakarta Pusat (63), Jakarta Barat (92), Jakarta Utara (96), dan Kepulauan Seribu (6).

Skema Penataan

Skema penataan kampung ini sudah disampaikan oleh Jokowi pada 22 November lalu. Dia menunjukkan skema pembangunan kota Jakarta yang dimulai dari penataan kampung.  Dalam skema tersebut, akan ada 100 kampung yang akan ditata. Namanya pun beragam dan beberapa di antaranya cukup unik. 

"Setiap kampung punya tema sendiri-sendiri karena di situ ada kekuatan lokalnya, misalnya Rawajati menjadi Kampung Herbal. Dibenahi jadi seperti ini," kata Jokowi sambil menunjukkan contoh skema gambarnya.

Kriteria kampung yang akan ditata nantinya, kata Jokowi, harus memiliki ruang terbuka hijau yang baik, memiliki perpustakaan kampung, dan yang paling penting adalah memiliki drainase yang baik. Mulai tahun depan, penataan kampung-kampung ini sudah mulai berjalan.

Beberapa nama kampung yang rencananya akan ditata ulang itu antara lain, Kampung Protein di Tegal Parang, Kampung Platform atau Kampung Panggung di Manggarai, Kampung Stasiun di Bukit Duri, Kampung Ikan di Penjaringan, Kampung Kampus di Tomang, Kampung Backpacker di Kebon Sirih, Kampung Tekstil di Kebon Kacang, kampung pusat bisnis (Central Business District/CBD) di Tanahabang, dan masih banyak yang lainnya.

Jokowi menjelaskan, Kampung Herbal adalah sebuah kampung yang penduduknya khusus menanam tanaman herbal. "Kenapa di kampung itu dijadikan Kampung Herbal karena memang itu sudah beberapa memulai dan dibesarkan menjadi komoditas menjadi sebuah produk yang menambah pendapatan bagi penduduknya," kata Jokowi.

Kampung Backpacker akan dibangun untuk memanjakan turis-turis asing agar semakin betah berwisata di sekitar wilayah Jakarta. Menurutnya, Jakarta merupakan salah satu kota tujuan wisat para turis asing itu. 

"Tapi belum diolah kampungnya sehingga belum bisa menampung backpacker-backpacker itu menjadi sebuah bisnis dan menaikan income masyarakat." 

Anggaran

Terkait anggaran, Jokowi memperkirakan satu kampung menghabiskan dana sekitar Rp30-50 miliar. Konsep penataan kampung ini sudah diserahkannya kepada DPRD DKI untuk dibahas. 

"Targetnya 100 kampung, tapi nanti tergantung Dewan. Jakarta memiliki 360-an kampung yang perlu di-upgrade. Jadi kalau setahun dapat 100, berarti 5 tahun sudah rampung,” kata Jokowi.

Dengan asumsi anggaran yang dibutuhkan setiap kampung Rp30-50 miliar, maka dana yang akan digelontorkan untuk proyek ini setiap tahun mencapai Rp3-5 triliun.

Jokowi berharap usul anggaran untuk menata ulang 100 kampung dalam setahun itu disetujui DPRD. Dengan begitu penataan kampung bisa dipercepat. ”Mulai tahun depan yang kita usulkan kan 100 perbaikan kampung, penataan kampung itu yang kami usulkan. Tapi nanti yang disetujui setengah sudah bagus. Syukur-syukur semua. Lebih baik.”

Jokowi mengaku belum mengetahui nilai dana CSR 7 perusahaan yang telah meneken nota kesepahaman hari ini. Dia memastikan kerjasama itu sesuai ketentuan undang-undang yang berlaku.

”Nanti lah di awal tahun nanti kami baru mulai melihat itu. Tapi saya mau gerakkan sampai akhir tahun ini misalnya penataan taman, penataan kampung-kampung yang kita berikan prioritas,” ujarnya.

Dana yang masuk dari perusahaan melalui CSR itu akan disinkronkan dengan anggaran yang ditetapkan pemerintah provinsi bersama DPRD. Jokowi mengungkapkan, perusahaan yang ikut berpartisipasi itu tidak hanya BUMD, tetapi ada BUMN serta perusahaan swasta.

”Memang kami mau gerakan, polanya harus terdesain apa yang mau dikerjakan. Jangan semua dikerjakan. Misalnya, pergerakan uang banyak sekali, tapi penggunaannya tidak fokus, tidak tepat nanti juga dimarahi orang,” ujarnya.

Jokowi juga belum memutuskan bagaimana mekanisme penyaluran dana itu dalam pelaksanaan program. Apakah proyek itu mau dimasukkan dalam program dinas pertamanan ataukah dinas perumahan. ”Nanti polanya mau saya buat, apakah mau lewat satu dinas supaya mengontrolnya lebih mudah.”

Besaran CSR berdasarkan aturan, 2 persen dari laba bersih perusahaan setelah dipotong pajak. Potensi dana CSR di DKI mencapai Rp14,1 triliun, terbagi atas CSR dari BUMN Rp5,4 triliun dan perusahaan swasta sebesar Rp8,7 triliun.

Kepala Dinas Perumahan DKI Jakarta, Novizal, menyatakan selama satu tahun ke depan sebanyak 35 kampung di DKI Jakarta akan ditata sesuai permintaan warga kampung setempat.

"Saat ini masih menyesuaikan anggaran dari Dewan. Kalau sudah diputuskan besaran anggarannya berapa, baru diketahui jumlah kampungnya. Saat ini masih kisaran 30-35 kampung," ujar Novizal.

Mengenai kampung mana saja yang akan dibangun, Novizal belum bisa menyebutkan. Sebab, kata dia, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2013 hanya ditulis jumlah kampung yang akan ditata tanpa menyebutkan posisi kampungnya.

Untuk menentukan kampung mana saja yang akan ditata, dinas perumahan akan menerima usulan dari kelompok masyarakat. "Setelah diusulkan selanjutnya akan dievaluasi apakah kampung tersebut memang membutuhkan penataan. Kalau lolos proses evaluasi, maka baru ditentukan," kata dia.

Bila jumlah kampung yang diusulkan cukup banyak, selain dievaluasi maka akan diterapkan sistem undian untuk kampung mana saja yang akan ditata. "Misalnya yang mengajukan sampai 100 kampung, maka akan dilakukan pengundian, 30 kampung saja yang akan ditata," kata Novizal.

Dia menjelaskan, salah satu syarat kampung yang akan ditata adalah yang tidak bermasalah. "Siapa saja boleh mengajukan, asal kepemilikan tanah dan gedung tersebut jelas. Artinya milik pribadi, bukan lahan sengketa," ujarnya.


© VIVA.co.I'd